Showing posts with label people inside. Show all posts
Showing posts with label people inside. Show all posts

Friday, December 21, 2012

People Inside : Kawater From Boyolali

Dia baru saja meninggalkan Ibukota tercinta : Jakarta. Dan tinggal di Simo, Boyolali. Dimanakah itu? Kira kira 10km dari Bandara Adi Sumarmo Solo. Walaupun jauh dari hingar bingar ibukota dan jauh dari surganya bahan bahan kerajinan murah, dia tetap aktif berkreasi. Meet with our Boyolali's kawater Tanty Sri Hartanti.
Dari pin sederhana sampai toogle dari kawat yang njlimet, Sist Tanty, sepertinya tahu betul bagaimana mengubah kawat menjadi perhiasan yang extraordinary dengan permainan warna yang cantik dan girly. Setiap kali melihat karya Sist Tanty, selalu tersirat jiwa muda yang tercermin pada permainan warna yang dia pilih + desain yang simple tapi chic. Kesannya perhiasan kawat 'nggak berat' kok, cocok juga buat remaja.
"Who Are You?...Hehe…saya malu kalau mesti ngomongin siapa diri saya sekarang. Saya seorang perempuan…..masih single & sejak agustus kemarin menjadi pengangguran setelah memutuskan untuk berhenti bekerja & kembali ke kampung halaman setelah lebih dari 7 tahun bekerja di Jakarta. Alasan saya berhenti bekerja karena ingin dekat dengan keluarga terutama karena sejak tahun 2010 Ibu saya sering sakit-sakitan & pernah meminta saya pulang & mencari pekerjaan di rumah saja. Alasan lainnya, saya ingin berwiraswasta di rumah (buka toko ATK) meskipun akhirnya saya pending sampai tahun depan karena ada kendala & ingin lebih banyak berkreasi membuat jewelry. Saya kenal dengan dunia saya yang sekarang, dari pertemuan tidak sengaja dengan Yovanka “Bandoel Gallery” via FB. Yovan adalah temen kos sewaktu kuliah dulu. Dari FB saya jadi tahu kalau rumah Yovan ternyata tidak lebih dari 1km dari tempat kos saya sewaktu saya tinggal di Jakarta. Dari Yovan’lah saya jadi tahu apa saja yang diperlukan untuk membuat perhiasan - perhiasan handmade. 
Thanks so much for my dear friend Yovan…"

Seputar Perhiasan...
= Fav tehnik dalam membuat perhiasan kawat =
Simple WJ (semi WJ)
= Fav bahan untuk membuat perhiasan kawat =
Rose gold copper wire, glass bead, gemstone, ceramic bead, metal bead.
= Fav warna dalam menghasilkan perhiasan =
Warna-warna yang senada dengan maniknya. Yang sering saya bikin kebanyakan warna ungu, pink, hijau kali ya…. #warna fav#
= Fav karya yang pernah dibuat =
Choco-latte Bracelet” karena beads-nya saya dapat dari partner saya dari Amerika untuk momen blog hop (BSBP#6) & ternyata banyak sekali yang suka.
= Fav jewelry designer =
Kalau Indonesia : Mb’ KiKi Adhiwijaya “Borneo Queen” & mb’ Icha “Maharani Gaya”.
Kalau Luar : Monica Catrullo “MNC Jewels”, Iza Malczyk dan Lori Anderson.
= Fav hal/tempat/momen/suasana yang bisa memberi banyak inspirasi =
Kamar pribadi… 
==> Kenapa memilih untuk mempelajari membuat perhiasan? 
Hmm…..dari kecil dulu saya merasa punya passion di bidang “craft” tapi belum menemukan apa yang sreg…..begitu dikenalkan dengan “perhiasan” kok ternyata menarik minat saya…
==> Kesibukan selain membuat perhiasan? Dan bagaimana membagi waktunya?
Hehe…seperti para ibu rumah tangga…memasak, nyuci, plus ikutan momong lima keponakan (umur 12th, 10th, 7.5th, 5th, 11bulan) .
Biasanya saya bikin perhiasan malam hari kalau tidak kalah sama ngantuk…ups…
Seputar Customer...
==> Pernah tidak mendapat request yang menantang?
Pernah dari Mba’ Lili, bikin wire toggle/clasp dengan batu yang bentuknya runcing seperti swaro rivoli tapi ada lubang di pinggirnya…
==> Apa pendapatmu tentang para customer-mu?
Ada beberapa customer yang repeat order. Untuk customer yang seperti ini saya anggap customer yang puas dengan buatan saya & customer yang menghargai “handmade”…

Motorcycle by Lynsey Hunter + Bicycle by Wood Thumb Ties + High Heel on Bohemian Findings + Flat Shoes by Tickle And Finch + A Walk by Holli + Ride In Car on One Rusty Nail
Who is inspire you the most?
Ibu saya…..she is the best mom…
10 hal menarik tentang Boyolali tempat tinggal sekarang
 "Boyolali Tersenyum"
...TerSeNyUM slogan Kabupaten Boyolali  singkatan dari Tertib, Sehat, Nyaman Untuk Masyarakat...
...menurut legenda, macan itu legenda Simo, dulu ada Kyai bernama Singoprono punya gong besar yang kalau dipukul dari jauh suaranya terdengar seperti suara macan/singa, maka diberinamalah Simo yang meruypakan salah satu kecamatan dari kabupaten Boyolali...

  1. - nyaman
  2. - tenang
  3. - hijau alami
  4. - udara masih sejuk
  5. - air masih bebas polusi 
  6. - orangnya ramah ramah
  7. - minim polusi #belum ada pabrik besar
  8. - minim stress
  9. - tidak macet
  10. - mobilitas masyarakatnya masih belum tinggi #masih banyak waktu berkumpul dengan keluarga. Sayangnya daya beli masyarakatnya masih kurang.

Sekarang nggak heran khan, kenapa hasil karya Sist Tanty fresh. Soalnya sumber inspirasinya masih alami dan sejuk. Mau berkunjung ? Buat yang suka bertapa nyari inspirasi, Boyolali kayaknya tempat yang pas untuk dicoba *wink*



PREVIOUS                                                                                            NEXT

Monday, October 22, 2012

People Inside : Lili Nurani Once More...

Sebelum aku menulis artikel ini, aku harus membaca lagi note di-facebook Manik Jawa kira kira satu tahun yang lalu, lebih tepatnya 03 Mei 2011 yang saat itu ditulis dalam bentuk tanya jawab. Setelah satu tahun berlalu, Manik Jawa merasa perlu untuk memuat lagi Sist Lili Nurani tapi kali ini di-blog. Kenapa? Mungkin konsumen paling lama mulai dari Manik Jawa launching di-Facebook sampai dengan hari ini, Sist Lili-lah yang tetap bertahan dan setia *terima kasih* Kali ini aku berusaha menyajikan tulisan dalam bentuk yang berbeda, bukan lagi pertanyaan dan jawaban, melainnya mencoba mengikuti aktifitas Sist Lili sehari hari lewat Facebook-nya dan juga keaktifannya dibeberapa group perhiasan dari kawat. Dari situ aku akan menulis pendapat pribadi aku tentang kegiatannya. Dan sekarang aku sedang duduk didepan laptop-ku berusaha untuk menulis setelah beberapa hari 'mengkuntit' Sist Lili. Sempat beberapa lama tertegun, membiarkan halaman word kosong, karena apa yang ada dikepala aku sekarang sebenarnya sama persis dengan yang pernah dimuat setahun yang lalu. Kesanku kepada seorang Lili Nurani saat ini sama persis seperti kesanku setahun lalu saat memberikan beberapa pertanyaan untuk dijawab kepadanya.
Manusia berubah sejalan dengan waktu, tidak ada pengecualian, tinggal perubahannya mau seberapa banyak. Mungkin karena sedikit, jadinya orang lihat tidak mengalami perubahan. Tapi apakah waktu satu tahun membawa perubahan pada diri Sist Lili? Dari photo terakhir, yang jelas rambutnya lebih pendek dibanding tahun kemarin *smile* Dari pengalamannya membuat perhiasan kawat, seorang Lili Nurani setahun yang lalu dengan Lili Nurani yang saat ini telah mengalami perubahan, apalagi keaktifannya di-page Indonesia Wire Jewelry Community. Aku masih ingat saat memesan anting dengan tehnik crochet setahun yang lalu. Saat itu Sist Lili baru mau nemekuni tehnik itu. Naahhh...baru saja satu jam yang lalu aku kelapak jualannya Sist Lili *ommooo* crochet semua yang dipajang di-album photo-nya. Mantap sudah...
Melihat berbandingan photo tahun lalu yang dimuat di-note facebook Manik Jawa dan photo terbaru dari album facebook Sist Lili, sepertinya dunia perhiasan kawat ini memang cocok untuk Sist Lili. Hampir semua tehnik pembuatan perhiasan, sebut saja weaving, crochet, embroidary, beading, pastinya stringing diluar kepala. Semua tehnik itu dia rubah medianya kekawat. Masih ada satu yang familiar tapi belum keliatan dikreasinya Sist Lili, yakni tehnik makrame. Jadi penasaran kawat dijadikan makrame bagaimana ya? Dan sepertinya image perhiasan yang dihasilkan oleh Sist Lili mewakili apa yang wanita Indonesia inginkan, terutama kalau berhubungan dengan kebaya yang sangat cocok dikenakan dengan perhiasan kawat. Secara pribadi, saat melihat perhiasan karya Sist Lili, ada kesan tertentu, secara fisik cantik dan menarik, penuh dengan warna dan kaya detail, mungkin sedikit terlihat besar, tapi sesungguhnya itu sangat pas bila dikenakan. Seperti kepribadian Sist Lili, didalam hasil karyanya juga tersirat kekuatan seorang wanita dan ke-care-an secara moral terhadap kejadian kejadian sehari hari. Perhiasan kawatnya sejatinya adalah diri Sist Lili. Orang gaul sekarang menyebutnya dengan "dapet banget soul-nya".
...setiap tahun berarti bagi saya, pengalaman baru, moment indah, selalu ada ditiap tahun,seperti jaman saat pertama bisa beli rumah sendiri dengan hasil keringat sendiri yang halal, lalu tahun dimana bertemu pria yang tepat untuk menjadi suami, juga tahun dimana memiliki buah hati...
She is like super Mom in my viewpoint. Selain sibuk mengurus rumah tangga, masih sempat meluangkan waktu untuk berkarya bersama kawat kawatnya. Belum nanti kalau ada pameran perhiasan, pasti lebih sibuk lagi mempersiapkan perhiasan yang akan dipamerkan. Didalam komunitas perhiasan kawat, sudah pasti tidak mungkin tidak mengenali namanya. Seringnya workshop yang dia ikuti pastinya menjadi ajang temu muka para kawater, bukan cuman se-Medan, tapi se-nasional. Dan hebatnya, diantara kesibukan yang banyak, masih sempat juga memelihara sepasang parkit yang oleh anaknya diberi nama Ijah dan Violeta plus seekor kucing (+ anaknya) tetangga yang sering 'menginap' karena rajin diberi makanan yang yummy. Tapi yang paling menarik perhatian aku adalah harus diakui kalau Sist Lili termasuk seseorang yang 'fokal'. Coba aja kunjungi akun facebook-nya, pasti ada aja yang dia teriakkan tiap harinya untuk menggugah kita semua untuk lebih 'care' terhadap lingkungan atau kehidupan disekitar kita. Senang rasanya mengenal seseorang yang tidak 'sibuk' dengan dirinya sendiri aka tidak tertular virus narsis yang melanda hebat jejaring sosial media saat ini.
...saat ini saya belum mengikatkan diri ke style manapun, gaya perhiasan saya cenderung bebas, kadang malah saya menggabungkan antara kawat dan beading, saya masih suka mencoba hal baru didunia kawat untuk terus mengolah kemampuan. Tapi yang pasti akan sering menggunakan kawat rosegold dan batu warna hijau tua, karena keduanya adalah favorite saya dalam berkarya...
Dengan begitu banyaknya jenis bebatuan dan tentu saja warnanya yang super indah, bahan ini menjadi bahan pilihan utama bagi banyak pembuat perhiasan kawat. Ada satu point yang perlu aku acungi jempol tentang cara Sist Lili menentukan bahan untuk dikreasikan dengan kawat kawatnya. Yaitu pilihannya untuk menggunakan manik kaca Gudo. Dia tidak takut mengkombinasikan manik kaca Gudo dengan bahan bahan lainnya. Ada rasa bangga tersendiri saat melihat manik kaca buatan lokal bersanding dengan bahan bahan yang premium yang kemudian diikat menjadi satu dengan kawat top wahit buatan luar negeri. Cobalah klik disini dan disini untuk ikut merasakan kebanggan tersebut. As a jewelry designer, her passion for her work is not lacking, this is what moves me the deepest about her. Karena passion-nya adalah sesuatu yang aku benar benar kagumi pada satu sisi, namun disisi lain kefokalannya terhadap masalah sehari hari menjadi nilai tersendiri yang menarik untuk mengenal lebih jauh. Dan sepertinya aku bisa menarik kesimpulan apa yang Sist Lili lakukan adalah membuat sekitar 'bahagia' dengan karya karyanya dan juga kehadirannya dalam kehidupan orang disekelilingnya. She is truly an epitome of the of Indonesia's women. Mungkin beberapa dari kalian akan meragukan kalimat yang aku garis bawahi barusan, tapi sayangnya aku sangat yakin dengan kalimat tersebut.

PREVIOUS                                                                                         NEXT
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...