Friday, August 23, 2013

2nd Tantang Dirimoe!


Ketemu lagi *smile*
Udah siap dengan tantangan kali ini?!? Masih berhubungan dengan yang berbau seni tentunya. Kalau kemarin lukisan Raden Saleh In Letzer Not yang jadi inspirasi, kali ini juga masih dengan lukisan, cuman beda medianya. Kalau yang sebelumnya cat minyak diatas kanvas, kali ini malam diatas sutera.
Batik Tulis Motif Truntum
2.5 x 1.1 meter
Pewarna alam diatas sutera
- Please note this art is to be used only as inspiration - 

Tentang Motif Truntum
Motif Truntum yang diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana (Permaisuri Sunan Paku Buwana III) bermakna cinta yang tumbuh kembali. Beliau menciptakan motif ini sebagai symbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan semakin lama semakin terasa subur berkembang (tumaruntum). Sang Ratu yang selama ini dicintai dan dimanja oleh Raja, merasa dilupakan oleh Raja yang telah mempunyai kekasih baru. Untuk mengisi waktu dan menghilangkan kesedihan, Ratu pun mulai membatik. Secara tidak sadar ratu membuat motif berbentukbintang-bintang di langit yang kelam, yang selama ini menemaninya dalam kesendirian. Pada suatu malam, perhatian Kanjeng Ratu Beruk tertuju pada indahnya bunga tanjung yang jatuh berguguran di halaman keraton yang berpasir pantai. Seketika itu juga ia mencanting motif truntum dengan latar ireng (hitam). Hal tersebut merupakan refleksi dari sebuah harapan. Walaupun langit malam tiada bulan, masih ada bintang sebagai penerang. Selalu ada kemudahan di setiap kesulitan, sekecil apa pun kesempatan, ia tetap bernama kesempatan. Ketekunan Ratu dalam membatik menarik perhatian Raja yang kemudian mulai mendekati Ratu untuk melihat pembatikannya. Sejak itu Raja selalu memantau perkembangan pembatikan Sang Ratu, sedikit demi sedikit kasih sayang Raja terhadap Ratu tumbuh kembali. Berkat motif ini cinta raja bersemi kembali atau tum-tum kembali, sehingga motif ini diberi nama Truntum, sebagai lambang cinta Raja yang bersemi kembali.
Karena maknanya, kain bermotif truntum biasa dipakai oleh orang tua pengantin pada hari penikahan. Harapannya adalah agar cinta kasih yang tumaruntum ini akan menghinggapi kedua mempelai. Kadang dimaknai pula bahwa orang tua berkewajiban untuk “menuntun” kedua mempelai untuk memasuki kehidupan baru. Terkandung makna “ing ngarsa sung tuladha”, orang tua sudah lulus dari ujian cinta kasih, hingga layak dan wajib menuntun kedua mempelai memasuki kehidupan baru. Orang tua mempelai berharap agar cinta kasih yang tumaruntum tersebut akan tumurun kepada mempelai kebanggaannya, perwujudan sikap “tut wuri handayani”. Sebuah rangkaian keteladanan dan doa pengharapan tersimbulkan melalui motif truntum.
Motif truntum juga mengandung makna tumbuh dan berkembang. Demikianlah, orang Jawa selalu mendambakan bagi setiap keluarga baru supaya segera mempunyai keturunan yang akan dapat menggantikan generasi sebelumnya. Generasi baru itulah yang akan menjadi tumpuan setiap keluarga baru yang baru menikah untuk meneruskan segala harapan dan cita-cita keluarga sekaligus sebagai generasi penerus secara biologis yang mewarisi sifat-sifat keturunan dari sebuah keluarga baru. Semoga bermanfaat

Tentang Kanjeng Ratu Kencana
Cerita lain menyebutkan, proses penciptaan motif truntum diciptakan oleh Kanjeng Ratu Kencana, anak dari seorang abdi dalem bernama Mbok Wirareja. Kanjeng Ratu Beruk atau Kanjeng Ratu Kencana ini adalah isteri dari Paku Buwono III (bertahta dari 1749–1788 M) tetapi berstatus garwa ampil (selir), bukan permaisuri kerajaan. Persoalan status ini menjadikan Kanjeng Ratu Beruk selalu gundah. Ia mendamba jadi permaisuri kerajaan, sebuah status yang begitu dihormati dan dipuja orang sejagad keraton. Tetapi lebih dari semua itu, Kanjeng Ratu Beruk ingin selalu berada di samping sang raja agar malam-malam sunyi tidak ia lewati sendirian.
Kanjeng Ratu Beruk adalah nama julukan. Nama sesungguhnya adalah Kanjeng Ratu Kencana. Ia mendapat julukan Kanjeng Ratu Beruk karena berhasil membantu mengentaskan bahaya kelaparan yang pernah melanda Surakarta. Dalam membantu masyarakat itu Kanjeng Ratu Kencana membagi-bagikan beras dengan takaran beras yang terbuat dari beruk ‘tempurung kelapa’ yang umum dipakai sebagai alat penakar beras di masa lalu.
Kanjeng Ratu Beruk adalah keturunan keenam dari Ki Ageng Karanglo, yakni tokoh yang menyambut dan menyuguh Ki Gede Pemanahan dan Panembahan Senapati ketika hendak membuka Hutan Mentaok.
Kanjeng Ratu Beruk pada awalnya adalahseorang penjual arang di daerah Coyudan, Surakarta. Ayahnya tinggal pada seorang kawannya yang pekerjaannya sebagai pelantun tembang macapat di Keraton Surakarta. Pada suatu ketika pelantun tembang ini tidak dapat datang ke istana Surakarta karena sakit. Tugas melantunkan tembang itu pun digantikan oleh Wirareja selaku ayah penjual arang ini. Oleh karena tembangnya juga bagus, maka Wirareja pun diangkat menjadi pelantun tembang istana.
Bersamaan dengan itu anak perempuan Wirareja sering diajak serta sowan ke istana. Selang beberapa saat anak perempuannya ini masuk menjadi penari bedaya di istana. Pada suatu saat ia pun diambil sebagai permaisuri oleh Sunan Paku Buwana III atau Sinuwun Suwarga (1749-1788). Tidak jelas benar siapa nama kecil dari permaisuri ini. Hanya saja setelah menjadi permaisuri, ia bergelar Kanjeng Ratu Kencana. Gelar ini diduga menjadi gelar kesayangan yang diberikan kepadanya karena kencana dalam bahasa Jawa berarti emas. Ada pula dugaan bahwa gelar ini juga disesuaikan dengan warna kulitnya yang kuning bersinar seperti emas. Pengangkatannya menjadi permaisuri Sunan terjadi pada sekitar tahun 1762.

Syarat Dan Ketentuan
Dari motif batik truntum diatas, jadikan itu inspirasi untuk menghasilkan karya. Karyamu bisa berupa perhiasan dengan berbagai macam tehniknya, bisa manik manik dengan segala jenisnya, bisa berupa hasil jahitan atau sulaman. Mohon maaf, tidak bisa untuk batik repro ya. Mau buat patung? Silahkan. Dari gambar tersebut, silahkan kamu menginterpretasikan secara bebas. Misalnya, kamu ingin menghasilkan dari sisi warna warna yang ada dilembar batik itu, trus kamu gunakan warna warna tersebut untuk menghasilkan sebuah perhiasan. Atau yang biasa nguwer kawat terinspirasi dengan bunga tanjung dan bintang yang menjadi inspirasi dari truntum, trus membuat uweran bentuk bunga tanjung atau bintang, silahkan. Atau terinspirasi dari motif truntum , maka kamu pindah medianya dari sutera ke manik keramik mungkin. Apapun bisa, tergantung dari sudut mana kamu terinspirasi.
01. Pendaftaran dibuka mulai hari ini sampai dengan tanggal 30 Aug 2013
02. Pengumuman peserta tanggal 31 Aug 2013.
03. Periode pengerjaan mulai dari tanggal 1 Sept 2013 sampai dengan tanggal 22 Sept 2013
04. Setelah hasil karyamu jadi, silahkan diphoto sebagus mungkin, lalu kirimkan photo tersebut (minimal 2 buah) beserta keterangan bahan bahan yang digunakan. Dan jelaskan kamu terinspirasi dibagian mananya dari motif batik truntum gurdo diatas. Penyerahan photo paling lambat tanggal 25 Sept 2013. Mohon photo dikirim via INBOX-nya Manik Jawa.
05. Pada tanggal 27 Sept 2013 hasil karya kalian akan dimuat dialbum photo group Indonesia Bead Lovers untuk dipublikasikan secara umum. Disini hasil karya kalian akan dinilai secara umum oleh orang lain dengan cara memberi 'LIKE' pada photo. Peserta dilarang memberi 'LIKE' pada photo hasil karyanya sendiri. Periode voting ini berlangsung dari tanggal 27 Sept - 01 Oct  2013.
06. Untuk season kedua ini, ketentuan pemenang ada perubahan, sesuai dengan masukan dari Sponsor. Ada dua tahapan untuk menjadi pemenang yaitu LIKE memiliki bobot 50% dan sisa 50% lainnya ditentukan oleh juri. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 02 Oct 2013 bertepatan dengan Hari Batik.

Sudah siap untuk terinspirasi oleh maha karya seni dari Kanjeng Ratu Kencana? Ikutan ya dan daftar dari s.e.k.a.r.a.n.g. y.a. dengan tulis komentar di-blog ini atau di-wall Facebook Manik Jawa ya.

Nanti ada beberapa postingan yang akan memberi panduan seputar tema 1st Tantang Dirimoe!
Berikut ini jadwalnya :
26 Aug 2013 2nd Tantang Dirimoe! Batik Truntum Pinspiration (klik disini)
28 Aug 2013 2nd Tantang Dirimoe! Palet Warna Batik Truntum (klik disini)
30 Aug 2013 2nd Tantang Dirimoe! Komponen Untuk Batik Truntum (klik disini)
31 Aug 2013 2nd Tantang Dirimoe! Sponsor Dan Hadiahnya (klik disini)
31 Aug 2013 2nd Tantang Dirimoe! Pesertanya (klik disini)
30 Sept 2013 2nd Tantang Dirimoe! Final Result (klik disini)

H.A.V.E. F.U.N. W.I.T.H. T.H.E. C.H.A.L.L.E.N.G.E. Y.Y.Y.A.A.A.A.A.....


PREVIOUS                                                                                       NEXT

2 comments:

  1. permisi,mbak saya mau daftar untuk meramaikan acara bole ya? :D

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...